Saturday, January 23, 2021

BPJS Tegaskan Tidak Boleh Ada Skema Penjamin Kesehatan yang Menyerupai JKN-KIS

Atambua,NP-Untuk mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020, Permendagri Nomor 119 tahun 2019, Permenkeu Nomor 78 tahun 2020, Surat Edaran Mendagri Nomor 441, tanggal 23 Juni 2020, Kementerian Dalam Negeri bersama BPJS menggelar rapat melalui Video conference.

Mewakili kabupaten Belu, Penjabat Sekda Belu Marsel Mau Meta mengikuti vicon bersama kepala BPJS cabang Atambua, Munaqip di ruang kerja Sekda Belu, Rabu(28/7/2020).

Dalam video conference yang diikuti 132 daerah di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur, pihak BPJS menegaskan bahwa sesuai regulasi yang sudah ada, untuk penyelenggaraan layanan kesehatan, pemerintah daerah tidak diperbolehkan untuk membuat skema penjamin kesehatan yang menyerupai JKN-KIS.

Terkait hal ini, Kepala BPJS cabang Atambua Munaqib mengatakan hingga saat ini hampir semua Kabupaten di NTT sudah menjalankan program kesehatan gratis berintegrasi dengan BPJS dan hanya ada satu kabupaten  yang melaksanakan kesehatan gratis yang tidak tergabung dalam JKN-KIS.

Untuk itu, BPJS terus melakukan upaya persuasive dengan menyurati Pemkab tersebut untuk wajib menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan  Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011, tentang Badan Penyelengara Jaminan Sosial.

‘’Kita sudah melaksanakan segala upaya memanfaatkan berbagai forum untuk menyampaikan hal terkait program JKN-KIS yang merupakan salah satu program strategis nasional yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan Pemerintah sudah menetapkan tidak boleh ada skema penjaminan kesehatan yang sebagian atau seluruhnya menyerupai JKN-KIS,” jelas Munaqib.

Terpisah, Penjabat Sekda Belu Marsel Mau Meta yang ditemui awak media ini usai  Vidcon, mengatakan bahwa vicon  yang diikutinya membahas tetang Perpres terbaru, dan juga membahas kepesertaan keluarga kurang mampu dalam program JKN-KIS.

Penjabat Sekda Belu,Drs.Marsel Mau Meta(Foto:M2/NP)

Menurut Mau Meta, sesuai data yang dikeluarkan BPJS Cabang Atambua, di Kabupaten Belu saat ini tinggal sekitar 5000 warga tidak mampu yang belum menikmati pelayanan kesehatan gratis melalui BPJS sehingga akan segera diusahakan untuk didaftarkan menjadi peserta JAMKESDA dalam waktu dekat ini.

“Kami sudah mencoba menghitung dan sesuai perhitungan kita hanya butuh tambahan anggaran berkisar 500-600 juta rupiah, yang akan dialokasikan pada APBD Perubahan dan akan dibahas dalam sidang Perubahan Anggaran mendatang,” papar Mau Meta yang saat ini juga adalah kepala BPKAD saat ditemui di ruang kerjanya.

Apabila data 5000 warga sudah selesai diinput, sebagai peserta JAMKESDA kabupaten Belu, maka dipastikan sebelum akhir tahun 2020 mendatang semua masyarakat tidak mampu di kabupaten Belu sudah bisa menikmati pelayanan kesehatan gratis.

“Kita akan duduk bersama Dinas sosial dan pihak BPJS untuk meghitung secara bersama sehingga bisa mendapat satu angka pasti dan menambahkan apa yang akan dilakukan harus benar-benar berpedoman pada Perpres dan segala turunannya sehingga tidak dikenakan sanksi dari pemerintah pusat,” jelas Mau Meta.(M2/NP)

Latest news

Breaking News:Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal Dunia

Atambua,NP-Satu lagi pasien Covid-19 meninggal dunia di RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua Sabtu malam(23/1/2020). Juru Bicara Satuan Tugas penanganan Covid-19...

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal

Atambua,NP-Hingga Rabu (13//2021) sudah dua orang pasien dengan gejala Covid-19 meninggal munia di RSUD Atambua.  Pasien 01 meninggal RSUD Mgr. Gabriel...

KPK Minta Kemensos Hapus Jutaan Penerima Bansos yang Tak Miliki NIK

Jakarta,NP-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan memantau penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi warga terdampak corona pada 2021. KPK...

Breaking News:Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Jakarta,NP- Pesawat komersial Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan  SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2020). Manager of Branch Communication PT...

Related news

Breaking News:Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal Dunia

Atambua,NP-Satu lagi pasien Covid-19 meninggal dunia di RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua Sabtu malam(23/1/2020). Juru Bicara Satuan Tugas penanganan Covid-19...

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal

Atambua,NP-Hingga Rabu (13//2021) sudah dua orang pasien dengan gejala Covid-19 meninggal munia di RSUD Atambua.  Pasien 01 meninggal RSUD Mgr. Gabriel...

KPK Minta Kemensos Hapus Jutaan Penerima Bansos yang Tak Miliki NIK

Jakarta,NP-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan memantau penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi warga terdampak corona pada 2021. KPK...

Breaking News:Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Jakarta,NP- Pesawat komersial Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan  SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2020). Manager of Branch Communication PT...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here