Wednesday, December 2, 2020

Bupati Belu Angkat Bicara Soal Excavator Bantuan KKP

Atambua,NP-Sehari setelah umat Paroki Stelamaris Atapupu mendatangi DPR Belu untuk mempertanyakan keberadaan excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP) RI, Jumat(3/09/2020),Bupati Belu Wilybrodus Lay yang ditemui awak media ini menyampaikan banyak hal terkait keberadaan excavator tersebut.

Ditemui di kediamannya, Bupati Wilybrodus terpaksa angkat bicara karena dalam RDP umat Paroki Stelamaris Atapupu dengan Komisi II DPRD Belu sebelumnya, mencuat dugaan bahwa ada upaya dari bupati Belu untuk menggelapkan alat berat berat bantuan dari KKP RI tersebut.

Bupati Wily menjelaskan, dalam kunjungan Kerja Dirjen Perikanan Budidaya dan Kawasan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada tahun 2016 pasca ia dilantik,Bupati Wily meyampaikan bahwa masyarakat kabupaten Belu membutuhkan excavator untuk pengolahan tambak, sumur dan kegiatan lain.Saat itu,Dirjen menyanggupi dan akhirnya mengirim 1 excavator ke kabupaten Belu.

Setelah excavator tiba di Atambua, pemda harus menyelesaikan beberapa administrasi dimana sesuai regulasi, bantuan exca tersebut tidak boleh dihibahkan ke Pemda tapi harus dihibahkan ke kelompok.

Saat itu akui Bupati dirinya kewalahan,exca tersebut harus dihibahkan kepada kelompok mana. Karena saat itu ada almahrum Rm.Maksi Alo Bria, dirinya bicara dengan Romo agar membantu proses administrasi. Awalnya, akui Bupati Willy,Romo Maksi berkeberatan bahwa gereja tidak mengurus exca tersebut karena biaya perawatan alat berat tersebut sangat mahal.

“Saya meminta Romo untuk bantu administrasi dengan menandangani semua berkas termasuk proposal yang kita siapkan apabila gereja butuhkan, boleh, atau masyarakat mau pakai juga silahkan,”akui Bupati Wily.

Untuk mengindari penyapahgunaan apabila exca dihibahkan ke kelompok, Bupati Wily bersama Almahrum Rm.Maksi sepakat untuk penyerahan alat berat tersebut atas nama Paroki Atapupu.Namun demikian,pemanfaatan alat berat tersebut diperuntukan bagi seluruh masyarakat kabupaten Belu.

Dijelaskan bahwa sejak diterima dari KKP,excabator tersebut lebih banyak dipakai oleh umat dan beberapa gereja di kabupaten Belu.

Exca tersebut akui Willy,selama ini digunakan hanya untuk mengerjakan kebutuhan yang berkaitan dengan kepentingan umum seperti menggali sumur di Haekesak,Labur, Wematan dan juga di SPAM Tirta.

Selain itu,exca tersebut juga dimanfaatkan untuk menggali fondasi gereja dimana selama dioperasikan ada masyarakat yang bisa membeli bahan bakar namun ada yang tidak bisa membeli sehingga Bupati Wily menggunakan uang pribadi untuk membeli bahan bakar untuk diisi di exca sehingga boleh dimanfaatkan masyarakat.

Karena sudah dihibahkan kepada kelompok dan kelompok tidak memiliki dana yang besar untuk perawatan maka selain mengisi solar, Bupati Wily juga sering merogo kocek untuk biaya perawatan exca tersebut. Namun demikian ia mengaku selama ini tidak pernah menggunakan exca tersebut untuk kebutuhan pribadinya.

“Waktu itu saya sepakat dengan Romo Maksi Alo untuk Paroki Stelamaris membantu kelancaran administrasi. Namun exca tersebut bisa dipakai umat lain dimana saja di kabupaten Belu,”jelasnya.

Disampaikannya, exca tersebut terakhir kali dipakai oleh pihak SVD di Nenuk hingga kemudian rusak disana.

Setelah rusak, ia memanggil operator untuk pergi melihat exca tersebut untuk diperbaiki. Namun,akui Bupati Wily, setelah dilihat mekanik menyarankan agar excavator tersebut dievakusi dulu ke gudang terdekat karena mekanik belum berkesempatan untuk membongkar, sehingga exca tersebut dievakuasi ke gudang terdekat yakni di AMP milik PT.DNL yang kebetulan dekat dengan dengan lokasi dimana exca tersebut rusak.

Ditambahkan, sepanjang alat tersebut dimobilisasi dari satu lokasi ke lokasi lain, ia mengaku sama sekali tidak tahu. Dirinya baru akan didatangi oleh operator apabila ada masyarakat atau gereja membutuhkan namun bahan bakar tidak ada sehingga saat itu ia menggunakan uang pribadi untuk membeli bahan bakar.

Dijelaskannya, sebelumnya exca tersebut disimpan di gudang Dinas PU namun karena exca tersebut lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di desa sehingga untuk menekan biaya mobilisasi maka exca terbut hanya berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain apabila susah selesai kerja.

“Selama ini saya yang sering beli minyak dan kalau rusak saya yang perbaiki. Tapi apa saya pernah pakai? Tidak.! silahkan tanya. Selama ini exca hanya dipakai oleh masyarakat bahkan selama ini exca ada di SVD hingga rusak baru saya diberi tahu,”ujar Wily.

Jika didapati exca itu ada di AMP bukan berarti selama ini excavator tersebut kerja disana. Alat berat tersrebut dibawah kesana hanya untuk dititipkan setelah rusak di lahan milik SVD.

Setelah excavator rusak, Bupati Wily mengaku dirinya sudah menyampaikan kepasa Rm.Yoris Giri via telpon bahwa excavator tersebut rusak saat kerja di lahannya SVD dan kini dititipkan di AMP.

“Saya sudah telpon Romo Yoris waktu itu bahwa barang ini selama ini gereja yang pakai,”akui Bupati Wily.

Jadi, tidak benar apabila ada pernyataan bahwa alat ini didatangkan hanya untuk Paroki Stelamaris Atapupu karena menurut Willy Lay,alat berat tersebut ia minta untuk membantu semua masyarakat kabupaten Belu yang membutuhkan termasuk pernah dipakai oleh SMK Perikanan Kakuluk Mesak.

Demikian Bupati Wily menegaskan bahwa tidak benar apabila ada tudingan yang mengarah kepadanya bahwa ada upaya menggelapkan excavator tersebut dan selama ini ia sama sekali tidak pernah memakai alat tersebut untuk kepentingan pribadi.

Bupati Wily bahkan menegaskan bahwa yang tahu persis proses administrasi dan peruntukan alat berat tersebut adalah Alamahrum Rm.Maksi Alo Bria dan Yunianus Koi Asa yang kini menjabat sebagai direktur PDAM Belu.(M2/NP)

Latest news

Amanu: Kalau Ada yang Salah Jalan,Saya Minta Kembali ke Jalan yang Benar untuk Menangkan Sahabat

Atambua,NP-"Kita dukung Sahabat Nomor 1.Kalau selama ini ada yang salah jalan, saya minta kembali ke jalan yang benar dengan mendukung dan memenangkan...
- Advertisement -

95 Persen Pasien di RSUD Atambua adalah Peserta JKN-KIS,Sisanya Menggunakan SKTM

Atambua,NP-Terhitung sejak Januari hingga September 2020 prosentasi  pasien yang mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua...

Dapat Bantuan Presiden, Pelaku UMKM: Terima Kasih Jokowi

Atambua,NP-Sebanyak 6.503 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di kabupaten Belu menerima Bantuan Presiden RI.Para pelaku usaha penerima bantuan Presiden merupakan nasabah...

Luar Biasa, Sahabat Disambut di Fatubanao

Atambua,NP-Dalam sesi kampanye tahap II di Keluarahan Fatubanao,kecamatan kota Atambua,Jumat(13/11/2020), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu,Wilybrodus Lay dan Ose Luan yang...

Related news

Amanu: Kalau Ada yang Salah Jalan,Saya Minta Kembali ke Jalan yang Benar untuk Menangkan Sahabat

Atambua,NP-"Kita dukung Sahabat Nomor 1.Kalau selama ini ada yang salah jalan, saya minta kembali ke jalan yang benar dengan mendukung dan memenangkan...

95 Persen Pasien di RSUD Atambua adalah Peserta JKN-KIS,Sisanya Menggunakan SKTM

Atambua,NP-Terhitung sejak Januari hingga September 2020 prosentasi  pasien yang mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua...

Dapat Bantuan Presiden, Pelaku UMKM: Terima Kasih Jokowi

Atambua,NP-Sebanyak 6.503 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di kabupaten Belu menerima Bantuan Presiden RI.Para pelaku usaha penerima bantuan Presiden merupakan nasabah...

Luar Biasa, Sahabat Disambut di Fatubanao

Atambua,NP-Dalam sesi kampanye tahap II di Keluarahan Fatubanao,kecamatan kota Atambua,Jumat(13/11/2020), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu,Wilybrodus Lay dan Ose Luan yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here