Friday, October 30, 2020

Dengan Label ‘Pemimpin Bodoh’ WL-OL Berhasil Raih Lima Prestasi Sepanjang Sejarah Kepemimpinan Belu

Atambua,NP-Sejak tahapan pemilihan kepala daerah(Pilkada) Belu digulirkan, perang isu dan strategi tak terbendung dari dua paket kontestan pilkada Belu 2020.

Adu program, visi-misi dilakulan secara masif dengan berbagai metode. Selain adu program, perang isupun menjadi strategi yang tak dapat dibendung.Apa yang dilakukan adalah untuk meraih simpati dari pemilih yang tersebat 69 Desa dan 12 Kelurahan di Kabupaten Belu.

Perang isu dilancarkan tim kerja atau tim sukses dari kedua kompetitor yakni pasangan Wilybrodus Lay(WL) dan Ose Luan(OL) yang dikenal dengan paket Sahabat sebagai calon petahana dan pasangan dr.Agus Taolin dan Aloysius Haleserens yang dikenal dengan nama paket Sehati.

Namun, di luar perang visi-misi dan program yang gencar dilakukan,calon Bupati dari Paket Sahabat Wilybrodus Lay mengakui bahwa memasuki masa kampanye marak beredar terutama di media sosial isu yang menyematkan predikat ‘pemimpin bodoh’ terhadap Wily Lay dan Ose Luan.

Menjawabi isu pelabelan ‘pemimpin bodoh’ terhadap dirinya, calon Bupati yang saat ini juga adalah Bupati Belu Wily Lay, mengatakan bahwa meski dilabeli demikian, namun dengan predikat tersebut Wily Lay dan Ose Luan berhasil meraih lima prestasi sepanjang sejarah kepemimpinan di kabupaten Belu.

Dalam kurun waktu 4,5 tahun, Wily Lay dan Ose Luan berhasil menorehkan lima karya besar yang tidak diraih pemimpin terdahulu dan belum tentu akan diraih oleh pemimpin Belu yang akan datang.

Dalam sesi kampanye di Desa Tukuneno, kecamatan Tasifeto Barat, Kamis (15/10/2020), Wily Lay mengatakan dengan predikat ‘pemimpin bodoh’ ia bersama Ose Luan berhasil mempersembahkan lima prestasi yakni;

Satu, Pembangunan Taman Doa dan Patung Bunda Mariah dengan tinggi 41 meter dimana patung ini disebut-sebut sebagai patung dengan tinggi urutan ke-7 dari 10 patung tertinggi di dunia.

Meski pada awalnya sempat terjadi polemik, namun Wily Lay dan Ose Luan melalui Dinas Pariwisata kabupaten Belu berhasil mendirikan Patung Bunda Maria yang kini berdiri megah di Teluk Gurita, desa Dualaus, kecamatan Kakuluk Mesak kabupaten Belu.

Taman Doa dan Patung Bunda Maria ini kini menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat kabupaten Belu dan masyarakat dari sejumlah kabupaten di pulau Timor seperti Makala,TTU,TTS,Kabupaten Kupang dan Kota Kupang berbindong mengunjungi patung Bunda Maria di Teluk Gurita.

Patung Bunda Maria di Desa Dualaus,kecamatan Kakuluk Mesak yang dibangin pada periode Pertama Wily Lay-Ose Luan memimpin Belu(Foto:Ist)

Untuk diketahui, saat ini pengerjaan pembangunan patung tersebut masih dalam lanjutan proses pengembangan taman doa. Apabila sudah selesai, patung ini tidak hanya akan menjadi pusat siara,namun akan menjadi lokomotif ekonomi kreatif bagi masyarakat kabupaten Belu khususnya masyarakat di Kota Atambua, Atambua Barat dan kecamatan Kakuluk Mesak.

Kedua, dalam sejarah perjalanan kabupaten Belu yang sudah sering melakukan pergantian pemimpin, hanya di era kepemimpinan Wily Lay dan Ose Luan, Pemkab Belu berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP) dua tahun berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) RI.

Opini WTP yang diraih merupakan bukti dari program reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan daerah yang digaungkan Wily Lay dan Ose Luan pada saat suksesi periode pertama 2015 lalu.

Dari dua kali memperoleh Opini WTP dari BPK, Pemkab Belu diberi dana insentif daerah sebesar 43 miliar setiap tahun yang kemudian dana ini dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan bidang pendidikan dan bidang kesehatan di kabupaten Belu.

Tiga, likurai Belu go International di era Wily Lay.Jelas Wily Lay, selama periode pertama memimpin Belu, ia bersama Ose Luan berhasil mengangkat likurai dan Tenun ikat ke kancah nasional bahkan internasional.

“Akhir-akhir ini mereka bilang pemimpin Bodoh.Tapi justru Belu meraih opini WTP dan likurai dikenal dunia saat kami memimpin Belu.Pemimpin sebelumnya tidak pernah meraih apa yang kami raih,”ujar Wily Lay disambut yel-yel coblos nomor 1 oleh para pendukung yang hadir dalam kampanye Sahabat di Desa Tukuneno.

Untuk Likurai Belu, lanjut Wily, pada periode pertama kepemimpinannya mereka berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia/rekor Muri dimana pada Festival Fulan Fehan tahun 2018, pemkab Belu menyelenggarakan Festifal Fulan Fehan dengan menampilkan 6.000 penari Likurai pada puncak penyelenggaraan Fulan Fehan di desa Dirun kecamatan Lamaknen.

Bupati Belu Wilybrodus Lay ketika menerima Piagam dari Museum Rekor Muri Indonesia untuk Likurai Belu di Fulan Fehan(Foto:Ist)

Dampak dari rekor Muri tersebut, likurai Belu kemudian diundang untuk pentas di pembukaan Asian Games di Palembang. Tidak hanya itu, setahun kemudian, 175 penari likurai diundang untuk tampil di Istana Negara dalam perayaan HUT RI ke 75 di Istana Kepresidenan RI.

Setelah tampil di Istana Negara, pada awal tahun 2020 enam penari likurai dijadwalkan tampil di sejumlah negara,namun karena pandemi covid 19, keenam penari Likurai Belu tersebut hanya sempat tampil di Jepang.

Para Penari Likurai Belu saat tampil di Istana Negara,Jakarta(Foto:Ist)

Keempat, untuk urusan pelayanan publik, sebagaimana merupakan salah satu program prioritas Sahabt pada periode pertama, Bupati Wily Lay dan Wabup Ose Luan berhasil menyediakan sebuah mall perizinan kepada seluruh masyarakat kabupaten Belu dimana saat ini mall perizinan atau yang dikenal dengan plaza perizinan Atambua tersebut merupakan satu-satunya plaza perizinan terbaik di Indonesia Timur dan merupakan salah satu dari tiga plaza perizinan terbaik di Indonesia.

Karena merupakan satu-satunya plaza perizinan terbaik di NTT, saat ini banyak pemimpin baik eksekutif dan legislatif dari kabupaten lain di NTT datang dan melakukan studi banding di Belu.

Mall Pelayanan Publik ,PMPTSP.Kabupaten Belu(Foto:M2_NttPost)
Mall Pelayanan Publik ,PMPTSP.Kabupaten Belu(Foto:M2_NttPost)

Lima, Kabupaten Belu merupakan satu-satunya kabupaten yang memperoleh dua bendungan raksasa dari pemerintah pusat. Untuk diketahui, terkait pembangunan Bendungan raksasa di NTT, terdapat tujuh bendungan yang dialkokasikan untuk propinsi NTT namun karena sinergitas pemerintah daerah kabupaten Belu dan pemerintah pusat sangat baik sehingga meski pada tahun 2019,sudah diresmikan Bendungan Rotiklot di kecamatan Kakuluk Mesak namun pada tahun 2020,Belu kembali mendapat satu lagi bendungan raksasa yang akan dibangun di desa Derokfaturene, kecamatan Tasifeto Barat dengan kapasitas penampungan air tujuh kali lipat lebih besar dibanding bendungan Rotiklot.

Selain lima pencapaian tersebut,masih banyak prestasi yang diraih Wily Lay dan Ose Luan selama empat tahun lebih memimpin Belu. Namun demikian, jelas pemimpin yang dikenal rendah hati ini, apa yang dilakukan dirinya bersama Ose Luan tidak perlu untuk diumbar, biarkan masyarakat yang merasakan apa yang dihasilkan kedua pemimpin yang juga berhasil membangun sebuah universitas di Belu berkat kerja sama Pemkab Belu dengan Kementerian Pertahanan RI. (M2/NP).

Latest news

Bawaslu Belu: Tidak Ada Unsur Pelanggaran Pidana pada Kampanye Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Setelah melakukan klarifikasi terhadap sejumoah pihak kajian terhadap laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh pasangan calon bupati Wilybrodus Lay, Badan...
- Advertisement -

Herman Herry: Wily Lay dan Ose Luan Lebih Layak untuk Pimpin Belu

Atambua, NP-Anggota DPR RI yang juga adalah ketua Komisi III DPR RI, Heman Herry mengatakan saat ini Wilubrodus Lay dan Ose Luan...

Ketua DPD Nasdem Belu Akui Tidak Tahu Soal Adanya Program Bantuan

Atambua,NP-Marak di kalangan masyarakat saat ini, ada oknum tertentu yang atas nama partai Nasdem dan pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu...

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...

Related news

Bawaslu Belu: Tidak Ada Unsur Pelanggaran Pidana pada Kampanye Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Setelah melakukan klarifikasi terhadap sejumoah pihak kajian terhadap laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh pasangan calon bupati Wilybrodus Lay, Badan...

Herman Herry: Wily Lay dan Ose Luan Lebih Layak untuk Pimpin Belu

Atambua, NP-Anggota DPR RI yang juga adalah ketua Komisi III DPR RI, Heman Herry mengatakan saat ini Wilubrodus Lay dan Ose Luan...

Ketua DPD Nasdem Belu Akui Tidak Tahu Soal Adanya Program Bantuan

Atambua,NP-Marak di kalangan masyarakat saat ini, ada oknum tertentu yang atas nama partai Nasdem dan pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu...

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here