Wednesday, December 2, 2020

Ditantang Gubernur untuk Hasilkan 10 M dari Fulan Fehan, Begini Respon Kadispar Belu

Atambua,NttPost-Dalam kunjungan kerjanya di kabupaten Belu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyempatkan diri melakukan rapat kerja dengan wakil Bupati Belu, para kepala Dinas, Pimpinan Instansi Vertikal,para camat, lurah dan kepala desa serta guru-guru dan tenaga kesehatan di kabupaten Belu yang berlangsung di gedung Graha Kirani, Atambua,(11/02/2020).

Dalam rapat kerja terebut, Gubernur memberikan perhatian serius pada beberapa persoala seperti, pendidikan, pertanian, peternakan dan pariwisata.

Tidak tangung-tanggung, karena pariwisata dijadikan sebagai prime mover ekonomi kreatif, Gubernur yang akrab disapa VBL ini menantang Dinas Pariwisata sebagai leading sector untuk menghasilkan setidaknya 10 miliar pertahun dari kawasan wisata Fulan Fehan di desa Dirun kecamatan Lamaknen.

Menanggapi tantangan yang dikemukakan Gubernur VBL, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Eddy Bere Mau menyatakan sikap optimis bahwa apabila Fulan Fehan dikelola secara komprehensif dan maksimal sesuai dengan grand design yang disampaikan Gubrnur, maka tidak mustahil, Fulan Fehan bisa meberikan pemasukan PAD 10 kepada Pemkab Belu.
Ketika dikonfirmasi NttPost.com via pesan watsappnya, Kamis sore (13/02/2020),Eddy mengatakan bahwa saat ini Dinas Pariwisata kabupaten Belu tengah melakukan pembenahan dan peningkatan sarana dan prasarana di Fulan Fehan.
“Konsep pengelolaannya sudah klop seperti yang Pak Gub sampaikan itu dimana dalam waktu dekat, bersama dinas terkait kami lakukan identifikasi dan pemetaan potensi pertanian, peternakan dan industri (SDA dan SDMnya) serta obyek-obyek wisata lain pada desa-desa sekitar kawasan fulan fehan, termasuk ketersediaan daya dukung air dan listrik”, jelas Eddy.

Apabila data sudah lengkap, maka akan dilakukan kajian komprehensif guna menentukan konsep penataan kawasan (Grand Design) menurut zonasi peruntukannya seperti zona wisata utama, zona akomodasi, zona pendukung (pertanian,peternakan, industri dsb) dan zona lindung.

Namun konsep yang tengah dikembangkan Dinas Pariwisata Belu ini masih akan dikoordinasikan dengan Pemprov NTT sehingga pemahaman konsep pengembangan kawasan ini selaras.

Apabila telah ada kesepakatan bersama antara Pemprov dan Pemkab terhadap konsep penataan tersebut maka tahap selanjutnya perlu ada kesepakatan terkait intervensi program baik dari Pemprov NTT maupun pemkab Belu.

Guna mendukung tercapainya pengembangan wisata Fulan Fehan seperti seperti sarana akomodasi dan sarana pendukung lainnya, pada tahun 2020 ini Pemkab Belu melalui Dispar mengalokasikan dana senilai 1,3 M untuk membangun penginapan berupa cottage dan rest area.

Dengan jumlah dana terbatas, akui Ady, tentu belum banyak yang bisa dibuat Pemkab Belu. Namun, paling tidak rest area sudah bisa disediakan, toilet dan lapak-lapak untuk masyarakat bisa berjualan serta cottage/ penginapan dengan konsep ramah lingkungan.

“Memang harus diakui bahwa utk mewujudkan sarana akomodasi serta fasilitas penunjang selayaknya tempat wisata yg ideal kita masih terkendala pada sumber daya air dan listrik”, jelas Edy ketika ditanyai mengenai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan kawasan wisata Fulan Fehan.

Eddy berharap, Pemprov NTT bisa segera ikut mengintervensi pengadaan sumber air dan listrik pada kawasan Fulan Fehan sehingga mimpi besar Gubernur NTT terkait Fulan Fehan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi bagi Belu dapat terwujud di waktu yg akan datang.

Meski diakui bahwa penataan Fulan Fehan menjadi sumber pendapatan daerah bukan merupakan hal yang mudah, namun Edy optimis bahwa apabila semua elemen bersinergi dalam mengembangkan pariwisata Fulan Fehan maka dalam jangka menengah hal tersebut dapat terwujud.

Ditanyai lebih jauh soal pendapatan 10 miliar yang disampaikan Gubernur NTT, Edy mengatakan bahwa yang dimaksud Gubernur adalah bukan Dispar sendiri yang dituntut untuk mengasilkan 10 miliar dari Fulan Fehan, tapi nilai tersebut merupakan pendapatan daerah yang bisa timbul dari pajak dan retribusi dari kontribusi semua usaha ekonomi yg berlangsung di kawasan Fulan Fehan seperti pertanian, peternakan, industri, jasa transportasi, jasa akomodasi dan lain-lain.

“Kalau semuanya terwujud sesuai idealnya konsep tersebut, saya optimis bisa tercapai. Waktunya apakah dalam jangka menengah atau jangka panjang kembali lagi soal bagaimana kemampuan keuangan daerah dan dukungan pemerintah propinsi maupun pemerintah pusat” tutup Eddy.(M2/NttPost)

Latest news

Amanu: Kalau Ada yang Salah Jalan,Saya Minta Kembali ke Jalan yang Benar untuk Menangkan Sahabat

Atambua,NP-"Kita dukung Sahabat Nomor 1.Kalau selama ini ada yang salah jalan, saya minta kembali ke jalan yang benar dengan mendukung dan memenangkan...
- Advertisement -

95 Persen Pasien di RSUD Atambua adalah Peserta JKN-KIS,Sisanya Menggunakan SKTM

Atambua,NP-Terhitung sejak Januari hingga September 2020 prosentasi  pasien yang mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua...

Dapat Bantuan Presiden, Pelaku UMKM: Terima Kasih Jokowi

Atambua,NP-Sebanyak 6.503 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di kabupaten Belu menerima Bantuan Presiden RI.Para pelaku usaha penerima bantuan Presiden merupakan nasabah...

Luar Biasa, Sahabat Disambut di Fatubanao

Atambua,NP-Dalam sesi kampanye tahap II di Keluarahan Fatubanao,kecamatan kota Atambua,Jumat(13/11/2020), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu,Wilybrodus Lay dan Ose Luan yang...

Related news

Amanu: Kalau Ada yang Salah Jalan,Saya Minta Kembali ke Jalan yang Benar untuk Menangkan Sahabat

Atambua,NP-"Kita dukung Sahabat Nomor 1.Kalau selama ini ada yang salah jalan, saya minta kembali ke jalan yang benar dengan mendukung dan memenangkan...

95 Persen Pasien di RSUD Atambua adalah Peserta JKN-KIS,Sisanya Menggunakan SKTM

Atambua,NP-Terhitung sejak Januari hingga September 2020 prosentasi  pasien yang mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua...

Dapat Bantuan Presiden, Pelaku UMKM: Terima Kasih Jokowi

Atambua,NP-Sebanyak 6.503 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di kabupaten Belu menerima Bantuan Presiden RI.Para pelaku usaha penerima bantuan Presiden merupakan nasabah...

Luar Biasa, Sahabat Disambut di Fatubanao

Atambua,NP-Dalam sesi kampanye tahap II di Keluarahan Fatubanao,kecamatan kota Atambua,Jumat(13/11/2020), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu,Wilybrodus Lay dan Ose Luan yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here