Sunday, January 17, 2021

Membunuh Indonesia Dari Desa

NNTPOS.COM | KUPANG – Pekerja kemanusiaan Flobamora, yang saat ini berjuang melawan perdagangan orang frustrasi dengan kenyataan NTT hari ini. Betapa tidak! Perintah presiden, agar penegak hukum serius menangani tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di NTT, tak serta merta mendorong sense of urgency mereka dalam pemberantasan kejahatan melawan kemanusiaan tersebut.

Per 25 Februari 2018, NTT sudah dihadiahi 12 peti jenazah dari Malaysia. Sementara kekerasan terhadap buruh migran terus menjadi kabar pilu dari tanah seberang. Penegakan hukum di NTT pun setali tiga uang. Tersangka dibebaskan demi hukum, karena lambannya proses hukum. Malahan ada yang menghilang dari tahanan saat proses hukum sedang berjalan. Para pejuang kemanusiaan frustrasi bak ketindihan setan: tahu apa yang seharusnya terjadi, tetapi kenyataan sebaliknya. Para pekerja pers, penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya juga mengeluhkan minimnya dukungan untuk melawan binatang raksasa, yang bernama mafia perdagangan orang.

Indonesia mungkin menganggap perdagangan orang, termasuk migrasi paksa, hanyalah satu dari sekian bentuk kejahatan di republik ini; yang kalau dipelihara dan dikelola dapat menjadi sumber penghidupan informal bagi banyak orang. Sayangnya, negara besar ini tidak sadar bahwa perdagangan orang, dengan berbagai alasan pembenarnya, sama bahayanya dengan narkoba. Perdagangan orang dan migrasi paksa sama-sama mengancam eksistensi bangsa karena membunuh warga negara.

Penulis mengusung argumentasi bahwa perpindahan massal warga negara usia produktif dari kampung-kampung mematikan secara perlahan tapi masif masyarakat pedesaan, entah disengaja maupun tidak. Migrasi massal melumpuhkan sendi-sendi kehidupan pedesaan setidaknya dalam tiga bentuk. Bentuk-bentuk itu adalah stagnasi pembangunan desa, penghancuran institusi perkawinan atau keluarga dan pembentukan generasi penerus (anak) kurang gizi secara fisik dan mental, yang menghancurkan daya saing dan ketahanan bangsa di kampung–kampung migratif.

Pertama, migrasi massal generasi usia produktif dari desa melumpuhkan tatanan sosial dan ekonomi di desa. Struktur demografi yang ideal bagi kehidupan sosial ekonomi yang berkelanjutan mengandaikan penduduk usia produktif lebih besar atau berimbang dengan usia non-produktif (usia lanjut dan anak-anak). Jumlah warga produktif yang memadai memungkinkan ketersediaan energi dan sumberdaya memadai untuk menyokong perputaran kehidupan setempat. Saat ini, desa-desa mengalami struktur demografi yang rapuh, persis bertolak belakang dengan kondisi ideal tersebut.

Latest news

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal

Atambua,NP-Hingga Rabu (13//2021) sudah dua orang pasien dengan gejala Covid-19 meninggal munia di RSUD Atambua.  Pasien 01 meninggal RSUD Mgr. Gabriel...

KPK Minta Kemensos Hapus Jutaan Penerima Bansos yang Tak Miliki NIK

Jakarta,NP-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan memantau penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi warga terdampak corona pada 2021. KPK...

Breaking News:Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Jakarta,NP- Pesawat komersial Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan  SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2020). Manager of Branch Communication PT...

Jika Ingin Tampak Awet Muda, Hindari 7 Kebiasaan Berikut

Menjaga penampilan agar senantiasa awet muda tidak hanya dilakukan dengan rajin memakai skin care. Berbagai kebiasaan sehari-hari kita juga turut berpengaruh mempercepat...

Related news

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal

Atambua,NP-Hingga Rabu (13//2021) sudah dua orang pasien dengan gejala Covid-19 meninggal munia di RSUD Atambua.  Pasien 01 meninggal RSUD Mgr. Gabriel...

KPK Minta Kemensos Hapus Jutaan Penerima Bansos yang Tak Miliki NIK

Jakarta,NP-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan memantau penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi warga terdampak corona pada 2021. KPK...

Breaking News:Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Jakarta,NP- Pesawat komersial Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan  SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2020). Manager of Branch Communication PT...

Jika Ingin Tampak Awet Muda, Hindari 7 Kebiasaan Berikut

Menjaga penampilan agar senantiasa awet muda tidak hanya dilakukan dengan rajin memakai skin care. Berbagai kebiasaan sehari-hari kita juga turut berpengaruh mempercepat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here