Monday, October 26, 2020

Membunuh Indonesia Dari Desa

NNTPOS.COM | KUPANG – Pekerja kemanusiaan Flobamora, yang saat ini berjuang melawan perdagangan orang frustrasi dengan kenyataan NTT hari ini. Betapa tidak! Perintah presiden, agar penegak hukum serius menangani tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di NTT, tak serta merta mendorong sense of urgency mereka dalam pemberantasan kejahatan melawan kemanusiaan tersebut.

Per 25 Februari 2018, NTT sudah dihadiahi 12 peti jenazah dari Malaysia. Sementara kekerasan terhadap buruh migran terus menjadi kabar pilu dari tanah seberang. Penegakan hukum di NTT pun setali tiga uang. Tersangka dibebaskan demi hukum, karena lambannya proses hukum. Malahan ada yang menghilang dari tahanan saat proses hukum sedang berjalan. Para pejuang kemanusiaan frustrasi bak ketindihan setan: tahu apa yang seharusnya terjadi, tetapi kenyataan sebaliknya. Para pekerja pers, penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya juga mengeluhkan minimnya dukungan untuk melawan binatang raksasa, yang bernama mafia perdagangan orang.

Indonesia mungkin menganggap perdagangan orang, termasuk migrasi paksa, hanyalah satu dari sekian bentuk kejahatan di republik ini; yang kalau dipelihara dan dikelola dapat menjadi sumber penghidupan informal bagi banyak orang. Sayangnya, negara besar ini tidak sadar bahwa perdagangan orang, dengan berbagai alasan pembenarnya, sama bahayanya dengan narkoba. Perdagangan orang dan migrasi paksa sama-sama mengancam eksistensi bangsa karena membunuh warga negara.

Penulis mengusung argumentasi bahwa perpindahan massal warga negara usia produktif dari kampung-kampung mematikan secara perlahan tapi masif masyarakat pedesaan, entah disengaja maupun tidak. Migrasi massal melumpuhkan sendi-sendi kehidupan pedesaan setidaknya dalam tiga bentuk. Bentuk-bentuk itu adalah stagnasi pembangunan desa, penghancuran institusi perkawinan atau keluarga dan pembentukan generasi penerus (anak) kurang gizi secara fisik dan mental, yang menghancurkan daya saing dan ketahanan bangsa di kampung–kampung migratif.

Pertama, migrasi massal generasi usia produktif dari desa melumpuhkan tatanan sosial dan ekonomi di desa. Struktur demografi yang ideal bagi kehidupan sosial ekonomi yang berkelanjutan mengandaikan penduduk usia produktif lebih besar atau berimbang dengan usia non-produktif (usia lanjut dan anak-anak). Jumlah warga produktif yang memadai memungkinkan ketersediaan energi dan sumberdaya memadai untuk menyokong perputaran kehidupan setempat. Saat ini, desa-desa mengalami struktur demografi yang rapuh, persis bertolak belakang dengan kondisi ideal tersebut.

Latest news

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...
- Advertisement -

Luar Biasa.! Penyambutan Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Luar biasa, penyambutan calon Bupati Wilybrodus Lay dari paket Sahabat saat hendak menggelar kampanye di dusun Nusikun,desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat,Belu Sabtu(17/10/2020).

Satu Pelaku Perjalanan dari Bogor Terkonfirmasi Postif Covid-19

Atambua,NP-Satu pasien di kota Atambua,kabupaten Belu terkonfirmasi Postif Covid-19. Pasien yang terkonfirmasi postif berinisial TBS(58).Demikian dilaporkan dalam rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten...

Dengan Label ‘Pemimpin Bodoh’ WL-OL Berhasil Raih Lima Prestasi Sepanjang Sejarah Kepemimpinan Belu

Atambua,NP-Sejak tahapan pemilihan kepala daerah(Pilkada) Belu digulirkan, perang isu dan strategi tak terbendung dari dua paket kontestan pilkada Belu 2020.

Related news

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...

Luar Biasa.! Penyambutan Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Luar biasa, penyambutan calon Bupati Wilybrodus Lay dari paket Sahabat saat hendak menggelar kampanye di dusun Nusikun,desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat,Belu Sabtu(17/10/2020).

Satu Pelaku Perjalanan dari Bogor Terkonfirmasi Postif Covid-19

Atambua,NP-Satu pasien di kota Atambua,kabupaten Belu terkonfirmasi Postif Covid-19. Pasien yang terkonfirmasi postif berinisial TBS(58).Demikian dilaporkan dalam rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten...

Dengan Label ‘Pemimpin Bodoh’ WL-OL Berhasil Raih Lima Prestasi Sepanjang Sejarah Kepemimpinan Belu

Atambua,NP-Sejak tahapan pemilihan kepala daerah(Pilkada) Belu digulirkan, perang isu dan strategi tak terbendung dari dua paket kontestan pilkada Belu 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here