Wednesday, December 2, 2020

Ose Luan:Jangan Mencari Simpati dengan Program yang Tidak Mengikuti Aturan

Atambua,NP-“Jangan mencari simpati dengan program yang tidak mengikuti aturan,”demikian tegas wakil bupati Belu,J.T.Ose Luan dalam kegiatan penyerahan Kartu Indonesia Sehat bagi masyarakat kabupaten Belu yang berlangsung di gedung Betelalenok, Kamis(17/09/2020).

Pernyataan wabup Ose ini mau menegaskan bahwa penyelenggaraan jaminan kesehatan yang gratis tetapi sesuai regulasi adalah JKN-KIS. Selain itu, program apapun yang dibuat untuk jaminan kesehatan tidak benar.

Penegasan ini penting untuk disampaikan agar masyarakat kabupaten Belu tidak terkecoh dengan maraknya informasi bahwa akan ada program kesehatan gratis dengan hanya bermodalkan KTP karena berobat gratis yang sesungguhnya adalah searah dengan JKN-KIS.

Meski belum semua masyarakat kabupaten Belu tercover dalam JKN-KIS,namun wabup Ose mengatakan bahwa ia bersama Bupati Belu,Wilybrodus Lay sudah bertekat agar pada tahun 2021, Pemda menganggarkan lagi untuk 13% sisa masyarakat yang belum terdaftar sehingga dipastikan semua masyarakat menjadi peserta Jamkesda atau JKN-KIS.

Ditegaskannya, pengobatan gratis adalah kebijakan yang dibuat pemerintah, baik pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah. Namun demikian, kebijakan yang dibuat harus mengikuti aturan dan itu yang saat ini sudah dilakukan Pemda Belu.

Aturan apapun yang dibuat,lanjut Wabup Ose, harus searah dan sejalan dengan JKN.Sisa 30.000 jiwa tidak membutuhkan dana yang besar dan Pemkab Belu sudah menyiapkan itu untuk tahun 2021.

Penyerahan KIS kepada masyarakat tidak mampu merupakan bukti komitmen Wilybrodus Lay dan Ose Luan untuk menyelenggarakan layanan kesehatan gratis secara benar sesuai dengan regilasi yang belaku.

“Saya garis bawahi secara benar karena yang benar itu searah dengan JKN di luar itu tidak benar dan yang tidak benar itu tidak perlu kita laksanakan karena kita diwajibkan untuk mengikiti semua peraturan perundang- undangan yang berlaku,”

Terutama, tegas Wabup Ose, sebagai penyelenggara pemerintah di tingkat bawah, pemda Belu dilarang untuk membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan yang lebih tinggi yang berlaku secara nasional.

“Jamkesda searah dan seaturan dengan JKN-KIS yang lain dari situ, saya tidak tahu, searah atau tidak tetapi bagi saya ikut aturan itu lebih terhormat dari pada mencari simpati dengan program yang tidak mengikuti aturan,”ujar Wabup Ose yang juga adalah mantan Sekda Belu.

Menurutnya,sering kali ada kebijakan yang dinilai tidak populis tapi kebijakan tersebut justru sesuai regulasi dan searah dengan aturan yang bermanfaat untuk kepentingan banyak orang. Sementara ada kebijakan yang enak didengar tetapi justru menabrak aturan. Maksudnya adalah penyelenggaraan kesehatan gratis yang benar adalah JKN-KIS.

“Saya berharap, tahun depan seluruh masyarakat di kabupaten Belu sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat sehingga kesehatan gratis nyata bagi setiap orang di Belu dan ini diupayakan secara nasional sampai ke tingkat lokal dan ada petunjuk bahwa di luar itu sebenarnya tidak boleh dan tidak diizinkan,”kata Politisi yang mengaku delapan tahun pernah menjadi Camat ini.

Dikatakan,agar semua program dan pekerjaan berjalan lancar serta tidak menimbulkan persoalan hukum, program yang dibuat harus sesuai dengan aturan.”Kita selalu mengikuti aturan. Setiap kita mengikuti aturan sehingga kita aman dan selamat dalam bekerja,”tutup Wabup Ose.

Untuk diketahui dengan bertambahnya 11.000 peserta JKN-KIS di kabupaten Belu maka pencapaian pengobatan gratis bagi masyarakat kabupaten Belu hingga September 2020 sudah 87,59%. Artinya sebagaian besar masyarakat sudah menikmati layanan kesehatan gratis berbasis JKN-KIS. Dikabarkan, pada 2021, semua masyarakat sudah akan didaftar menjadi peserta JKN-KIS.(M2/NP).

Latest news

Amanu: Kalau Ada yang Salah Jalan,Saya Minta Kembali ke Jalan yang Benar untuk Menangkan Sahabat

Atambua,NP-"Kita dukung Sahabat Nomor 1.Kalau selama ini ada yang salah jalan, saya minta kembali ke jalan yang benar dengan mendukung dan memenangkan...
- Advertisement -

95 Persen Pasien di RSUD Atambua adalah Peserta JKN-KIS,Sisanya Menggunakan SKTM

Atambua,NP-Terhitung sejak Januari hingga September 2020 prosentasi  pasien yang mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua...

Dapat Bantuan Presiden, Pelaku UMKM: Terima Kasih Jokowi

Atambua,NP-Sebanyak 6.503 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di kabupaten Belu menerima Bantuan Presiden RI.Para pelaku usaha penerima bantuan Presiden merupakan nasabah...

Luar Biasa, Sahabat Disambut di Fatubanao

Atambua,NP-Dalam sesi kampanye tahap II di Keluarahan Fatubanao,kecamatan kota Atambua,Jumat(13/11/2020), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu,Wilybrodus Lay dan Ose Luan yang...

Related news

Amanu: Kalau Ada yang Salah Jalan,Saya Minta Kembali ke Jalan yang Benar untuk Menangkan Sahabat

Atambua,NP-"Kita dukung Sahabat Nomor 1.Kalau selama ini ada yang salah jalan, saya minta kembali ke jalan yang benar dengan mendukung dan memenangkan...

95 Persen Pasien di RSUD Atambua adalah Peserta JKN-KIS,Sisanya Menggunakan SKTM

Atambua,NP-Terhitung sejak Januari hingga September 2020 prosentasi  pasien yang mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua...

Dapat Bantuan Presiden, Pelaku UMKM: Terima Kasih Jokowi

Atambua,NP-Sebanyak 6.503 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di kabupaten Belu menerima Bantuan Presiden RI.Para pelaku usaha penerima bantuan Presiden merupakan nasabah...

Luar Biasa, Sahabat Disambut di Fatubanao

Atambua,NP-Dalam sesi kampanye tahap II di Keluarahan Fatubanao,kecamatan kota Atambua,Jumat(13/11/2020), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu,Wilybrodus Lay dan Ose Luan yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here