Wednesday, December 2, 2020

Pastor Paroki St.Antonus Padua Nela dan Panitia Akui Gunakan Exkavator KKP

Atambua,NP-Paska media ini mempublikasikan pernyataan klarifikasi bupati Belu, Wilybrodus Lay terkait tuntutan umat Paroki Stelamaris Atapupu agar Bupati Belu berbicara tentang exkavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP), pekan lalu, mencuat berita di sejumlah media bahwa ada pernyataan dari sekretaris panitia pembangunan gereja St.Antinius Padua Nela,  Yoseph Helo bahwa pihaknya tidak menggunakan exkavator bantuan KKP.

Terhadap pernyataan yang disampaikan itu, Yosef Helo mengakui bahwa ia keliru dan klarifikasi yang disampaikan Bupati Wilybrodus Lay bahwa exkavator pernah digunakan untuk bantu mengerjakan gereja St.Anotinius Padua Nela adalah benar.

“Sudah disampaikan di dalam bahwa apa yang beredar di facebook itu tidak benar. Dan saya mengakui kekeliruan dan sudah diterima oleh bapak Bupati,”akui Yoseph Helo ketika diwawancari awak media Jumat(11/09/2020).

Yoseph Helo menyampaikan pernyataan tersebut usai dirinya didampingi pastor Paroki St.Antonius  Padua Nela,Pater Irenius Boli Lolan,SVD bersama panitia inti pembangunan gereja  paroki Nela bertemu dan memberikan klarifikasi kepada bupati terkait  pemanfaatan exkavator.

Di tempat yang sama, pastor paroki St.Antonius Padua Nela, Pater Irenius Boli Lolan,SVD juga menyampaikan hal serupa. Pater Irenius mengatakan bahwa apa yang disampaikan Bupati Belu beberapa waktu terkait exkavator bantuan KKP digunakan dalam pengerjaam gereja Nela adalah benar.

“Saya bersama panitia inti pembangunam Gereja Paroki St.Antonius Padua Nela mau meluruskan tentang kebenaran yang dibuat dan disampaikan oleh bapak Bupati lalu kebenaran yang disampaikan Bupati melalui sejumlah media itu ditanggapi oleh media yang kemudian ditanggapi sekretaris kami di atas tanggapan orang lain. Jadi berita yang beredar bahwa kami tidak pakai excavator itu tidak benar,”bantah Pater Irenius.

Pastro Paroki St. Antonius Padua, Nela-Pater Irenius Boli Lolan,SVD,(Foto:M2/NP)

Disampaikan Pater Irenius, kehadiran dirinya  bersama panitia inti untuk bertemu Bupati dan mau meluruskan dan menegaskan bahwa klarifikasi yang dibuat Bupati  terkait exkavator adalah benar bahwa exkavator itu masuk dan bekerja saat penggalian fondasi. Dijelaskan bahwa kebenaran ini sudah diluruskan dan kehadiran pater bersama panitia inti pembangunan gereja Nela sudah diterima dengan baik dan semuanya sudah beres dan selesai.

Terkait penggunaan exkavator bantuan KKP untuk mengerjakan galian fondasi gereja Nela, ketua panitia pembangunan gereja Nela, Firmus W.Wanggu mengakui bahwa benar, exkavator bantuan KKP pernah digunakan disana pada pertengahan Oktober 2019 lalu.

“Exkavator KKP masuk kerja di gereja sejak tanggal 11 hingga 17 Oktober 2019. Kami punya data lengkap dan selama exkavator kerja disana gratis. Kami hanya siap BBM dan dan makan-minum operator sesuai kemampuan panitia,”akui Firmus diamini panitia inti yang hadir saat itu.

Firmus mengakui, selain bantuan exkavator KKP, pihaknya juga menggunakan exkavator mini milik Dinas Pertanian kabupaten Belu. Tidak hanya alat berat, pihaknya juga mendapat bantuan dan kontribusi lain dari keluarga Wily Lay dimana ia tidak ingin uraikan bantuan yang diperoleh.

Tidak hanya mengklarifikasi informasi yang beredar, Pater Irenius pada kesempatan itu juga menghimbau umatnya untuk tidak berlebihan memberikan tanggapan sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak lain karena menurutnya, semua sudah beres jadi tidak perlu diperpanjang.

“Kita jangan menanggapi apa yang tidak jelas. Baiklah bahwa dalam situasi seperti saat ini, kita hendaknya jangan terlalu mempercayai informasi yang tidak punya kebenaran. Kita gunakan situasi ini, kita hidup bersahabat, berelasi secara baik. Kita dukung siapa saja yang maju yang jadi pemimpin kita. Sekarang tidak perlu harus diungkit karena semuanya sudah beres,sudah diklirkan dan sudah diklarifikasi. Kami sudah bertatap muka dan bicara dari hati ke hati dan sudah menjadi jelas sehingga  kami minta tidak ada pihak yang mempersoalankan ini lagi,” Tutup Pater Irenius.

Hadir dalam pertemuan klarifikasi tersebut, P.Irenius Boli Lolan SVD selaku Pastor Paroki St.Antonius Padua Nela, Ketua Umum Panitia Pembangunan Gereja Nela, Firmus W.Wanggu. Sekretaris Panitia, Yosef Helo, Ketua 2 Panitia Wempy  Rambing dan Ale Kayus selaku Ketua DPP Paroki St.Antonius Padua Nela.(M2/NP).

Latest news

Amanu: Kalau Ada yang Salah Jalan,Saya Minta Kembali ke Jalan yang Benar untuk Menangkan Sahabat

Atambua,NP-"Kita dukung Sahabat Nomor 1.Kalau selama ini ada yang salah jalan, saya minta kembali ke jalan yang benar dengan mendukung dan memenangkan...
- Advertisement -

95 Persen Pasien di RSUD Atambua adalah Peserta JKN-KIS,Sisanya Menggunakan SKTM

Atambua,NP-Terhitung sejak Januari hingga September 2020 prosentasi  pasien yang mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua...

Dapat Bantuan Presiden, Pelaku UMKM: Terima Kasih Jokowi

Atambua,NP-Sebanyak 6.503 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di kabupaten Belu menerima Bantuan Presiden RI.Para pelaku usaha penerima bantuan Presiden merupakan nasabah...

Luar Biasa, Sahabat Disambut di Fatubanao

Atambua,NP-Dalam sesi kampanye tahap II di Keluarahan Fatubanao,kecamatan kota Atambua,Jumat(13/11/2020), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu,Wilybrodus Lay dan Ose Luan yang...

Related news

Amanu: Kalau Ada yang Salah Jalan,Saya Minta Kembali ke Jalan yang Benar untuk Menangkan Sahabat

Atambua,NP-"Kita dukung Sahabat Nomor 1.Kalau selama ini ada yang salah jalan, saya minta kembali ke jalan yang benar dengan mendukung dan memenangkan...

95 Persen Pasien di RSUD Atambua adalah Peserta JKN-KIS,Sisanya Menggunakan SKTM

Atambua,NP-Terhitung sejak Januari hingga September 2020 prosentasi  pasien yang mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua...

Dapat Bantuan Presiden, Pelaku UMKM: Terima Kasih Jokowi

Atambua,NP-Sebanyak 6.503 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di kabupaten Belu menerima Bantuan Presiden RI.Para pelaku usaha penerima bantuan Presiden merupakan nasabah...

Luar Biasa, Sahabat Disambut di Fatubanao

Atambua,NP-Dalam sesi kampanye tahap II di Keluarahan Fatubanao,kecamatan kota Atambua,Jumat(13/11/2020), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu,Wilybrodus Lay dan Ose Luan yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here