Monday, October 26, 2020

Politik Kelor Dan Enterpreneurial

Pascadebat Pilgub NTT di televisi 5 April 2018, wacana kelor sebagai salah satu solusi persoalan gizi NTT menjadi viral. Sayangnya, solusi konsumsi kelor menjadi bahan olok-olokan di media sosial, bukannya kritik yang secara berimbang melihat untung dan ruginya konsumsi kelor. Ada yang mengatakan tak perlu jadi gubernur untuk mengkampanyekan makan kelor karena sejak dulu mereka sudah makan kelor. Ada yang mempertanyakan efektivitas kelor kalau gizi buruk selalu menjadi momok NTT, walau kelor adalah tanaman endemik dan dikonsumsi turun temurun. Ada yang malahan latah mengirim screenshot sisi negatif kelor sebagai petunjuk konsumsi kelor itu buruk dan bukan pilihan kreatif dan out of fashion alias ide ‘zaman old’.

Argumentasi penulis adalahhanya mereka yang dibesarkan oleh kerasnya hidup,dan dilumuri asam dan garam kehidupanlah, yang berorientasi pada solusi ketimbang masalah. Seperti kata sang bijak, tak ada yang baru di bawah kolong langit, demikian juga banyak masalahdapat diselesaikan dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Kita membutuhkan mereka yang jeli melihat solusi dalam cengkarut persoalan hidup. Kelor adalah satu contoh dari sekian banyak pilihan sederhana penyelesaian masalah hidup ber-NTT. Karena itu, penulis akan menggambarkan mengapa kelor adalah salah satu solusi efektif untuk gizi buruk orang NTT. Kedua, penulis mencobai memahamisuasana kebathinan,yang mendorong Viktor Laiskodat, melontarkan kelor dalam debat yang bergengsi tersebut. Yang ketiga, penulis menyimpulkan pemimpin dan kepemimpinan macam apa yang NTT butuhkan mengingat aneka kompleksitas karakteristiknya.

Wikipedia menampilkan kisah menarik, Telur Columbus,yang mengisahkan ceritera dalam pesta perayaanp enemuan Benua Amerika oleh Christopher Columbus. Banyak aristokrat Spanyol yang hadir dengan arogan mencibiri Columbus. Menurut mereka penemuan benua Amerika adalah keniscayaan dan kesuksesannya adalah kebetulan belaka. Sebagai tanggapan atas cibiran itu, Columbus mengambil sebutir telur matang dan meminta mereka untuk menegakkan telur tersebut. Banyak hadirin mencoba dan gagal. Malahan ada yang tak mencoba karena yakin menegakkan telur dengan ujung lancip vertikal itu takkan mungkin. Sang penemu benua baru itu, mengambil telur tersebut, mengetukkan ujung yang lancip ke meja sampai telur itu bisa berdiri tegak. Suatu tindakan sederhana yang bisa dilakukan semua orang tetapi tidak dipikirkan kebanyakan orang.

Kelor adalah tanaman biasa dan kampungan Nusa Tenggara Timur, yang sangat cocok di daerah semi-arid seperti tanah kita yang tandus. Hebatnya kelor atau marrungga memiliki kandungan nutrisi sangat lengkap sampai didaulat sebagai ‘tanaman ajaib’. Kelor tentu bukan tidak memiliki kekurangan dan satu-satunya solusi bagi persoalan kurang gizi NTT. Tetapi kelor memiliki keunggulan untuk dipilih menjadi salah satu opsi menyelesaikan persoalan kurang gizi buruk secara efektif. Mengapa? Karena kelor bisa tumbuh dengan subur di NTT, bahkan telah dibudidayakan secara komersial. Orang NTT memiliki kebudayaan makan kelor sehingga tidak ada hambatan kultural dan psikologis dalam mensosialisasikan konsumsi kelor. Kandungan gizi kelor yang sangat lengkap ibarat sekali merengkuh dua tiga pulau terlampaui.

Latest news

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...
- Advertisement -

Luar Biasa.! Penyambutan Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Luar biasa, penyambutan calon Bupati Wilybrodus Lay dari paket Sahabat saat hendak menggelar kampanye di dusun Nusikun,desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat,Belu Sabtu(17/10/2020).

Satu Pelaku Perjalanan dari Bogor Terkonfirmasi Postif Covid-19

Atambua,NP-Satu pasien di kota Atambua,kabupaten Belu terkonfirmasi Postif Covid-19. Pasien yang terkonfirmasi postif berinisial TBS(58).Demikian dilaporkan dalam rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten...

Dengan Label ‘Pemimpin Bodoh’ WL-OL Berhasil Raih Lima Prestasi Sepanjang Sejarah Kepemimpinan Belu

Atambua,NP-Sejak tahapan pemilihan kepala daerah(Pilkada) Belu digulirkan, perang isu dan strategi tak terbendung dari dua paket kontestan pilkada Belu 2020.

Related news

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...

Luar Biasa.! Penyambutan Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Luar biasa, penyambutan calon Bupati Wilybrodus Lay dari paket Sahabat saat hendak menggelar kampanye di dusun Nusikun,desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat,Belu Sabtu(17/10/2020).

Satu Pelaku Perjalanan dari Bogor Terkonfirmasi Postif Covid-19

Atambua,NP-Satu pasien di kota Atambua,kabupaten Belu terkonfirmasi Postif Covid-19. Pasien yang terkonfirmasi postif berinisial TBS(58).Demikian dilaporkan dalam rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten...

Dengan Label ‘Pemimpin Bodoh’ WL-OL Berhasil Raih Lima Prestasi Sepanjang Sejarah Kepemimpinan Belu

Atambua,NP-Sejak tahapan pemilihan kepala daerah(Pilkada) Belu digulirkan, perang isu dan strategi tak terbendung dari dua paket kontestan pilkada Belu 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here