22.4 C
London
Saturday, August 8, 2020

Politik Kelor Dan Enterpreneurial

- Advertisement -
- Advertisement -

Pascadebat Pilgub NTT di televisi 5 April 2018, wacana kelor sebagai salah satu solusi persoalan gizi NTT menjadi viral. Sayangnya, solusi konsumsi kelor menjadi bahan olok-olokan di media sosial, bukannya kritik yang secara berimbang melihat untung dan ruginya konsumsi kelor. Ada yang mengatakan tak perlu jadi gubernur untuk mengkampanyekan makan kelor karena sejak dulu mereka sudah makan kelor. Ada yang mempertanyakan efektivitas kelor kalau gizi buruk selalu menjadi momok NTT, walau kelor adalah tanaman endemik dan dikonsumsi turun temurun. Ada yang malahan latah mengirim screenshot sisi negatif kelor sebagai petunjuk konsumsi kelor itu buruk dan bukan pilihan kreatif dan out of fashion alias ide ‘zaman old’.

Argumentasi penulis adalahhanya mereka yang dibesarkan oleh kerasnya hidup,dan dilumuri asam dan garam kehidupanlah, yang berorientasi pada solusi ketimbang masalah. Seperti kata sang bijak, tak ada yang baru di bawah kolong langit, demikian juga banyak masalahdapat diselesaikan dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Kita membutuhkan mereka yang jeli melihat solusi dalam cengkarut persoalan hidup. Kelor adalah satu contoh dari sekian banyak pilihan sederhana penyelesaian masalah hidup ber-NTT. Karena itu, penulis akan menggambarkan mengapa kelor adalah salah satu solusi efektif untuk gizi buruk orang NTT. Kedua, penulis mencobai memahamisuasana kebathinan,yang mendorong Viktor Laiskodat, melontarkan kelor dalam debat yang bergengsi tersebut. Yang ketiga, penulis menyimpulkan pemimpin dan kepemimpinan macam apa yang NTT butuhkan mengingat aneka kompleksitas karakteristiknya.

Wikipedia menampilkan kisah menarik, Telur Columbus,yang mengisahkan ceritera dalam pesta perayaanp enemuan Benua Amerika oleh Christopher Columbus. Banyak aristokrat Spanyol yang hadir dengan arogan mencibiri Columbus. Menurut mereka penemuan benua Amerika adalah keniscayaan dan kesuksesannya adalah kebetulan belaka. Sebagai tanggapan atas cibiran itu, Columbus mengambil sebutir telur matang dan meminta mereka untuk menegakkan telur tersebut. Banyak hadirin mencoba dan gagal. Malahan ada yang tak mencoba karena yakin menegakkan telur dengan ujung lancip vertikal itu takkan mungkin. Sang penemu benua baru itu, mengambil telur tersebut, mengetukkan ujung yang lancip ke meja sampai telur itu bisa berdiri tegak. Suatu tindakan sederhana yang bisa dilakukan semua orang tetapi tidak dipikirkan kebanyakan orang.

Kelor adalah tanaman biasa dan kampungan Nusa Tenggara Timur, yang sangat cocok di daerah semi-arid seperti tanah kita yang tandus. Hebatnya kelor atau marrungga memiliki kandungan nutrisi sangat lengkap sampai didaulat sebagai ‘tanaman ajaib’. Kelor tentu bukan tidak memiliki kekurangan dan satu-satunya solusi bagi persoalan kurang gizi NTT. Tetapi kelor memiliki keunggulan untuk dipilih menjadi salah satu opsi menyelesaikan persoalan kurang gizi buruk secara efektif. Mengapa? Karena kelor bisa tumbuh dengan subur di NTT, bahkan telah dibudidayakan secara komersial. Orang NTT memiliki kebudayaan makan kelor sehingga tidak ada hambatan kultural dan psikologis dalam mensosialisasikan konsumsi kelor. Kandungan gizi kelor yang sangat lengkap ibarat sekali merengkuh dua tiga pulau terlampaui.

- Advertisement -

Latest news

Kristoforus Rin Duka Dilantik Sebagai ADPRD Belu PAW Menggantikan Alm.Mauk Martinus

Atambua,NP-Kristoforus Rin Duka resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Belu Pengganti Antar Waktu(PAW) menggantikan almahrum Mauk Martinus yang meninggal dunia beberapa waktu lalu....
- Advertisement -

Kunker ke Desa, Bunda PAUD TTU Beri Bantuan APE

Kefamenanu,NP-Berkunjung ke desa Lemon dan desa Fatuneno,kecamatan Miomafo Barat,TTU,Selasa(04/82020), Bunda PAUD kabupaten Timor Tengah Utara(TTU) Kristiana Muki berkesempatan mengunjungi dua PAUD di...

Merasa Nama Baiknya Dicemar, Anus Koi Polisikan Akun FB Bobi-Cs

Atambua,NP-Merasa nama baiknya dicemarkan, Yulianus Tai Bere atau Anus Koi melaporkan akun facebook, Bobi Bukit Sion,Jhon Aliuk dan Yos Mau ke Polres...

Tingkatkan Pelayanan, Mall Pelayanan Publik Atambua Terus Berinovasi

Atambua,NP-Mall Pelayanan Publik pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Belu terus berinovasi dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat...

Related news

Kristoforus Rin Duka Dilantik Sebagai ADPRD Belu PAW Menggantikan Alm.Mauk Martinus

Atambua,NP-Kristoforus Rin Duka resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Belu Pengganti Antar Waktu(PAW) menggantikan almahrum Mauk Martinus yang meninggal dunia beberapa waktu lalu....

Kunker ke Desa, Bunda PAUD TTU Beri Bantuan APE

Kefamenanu,NP-Berkunjung ke desa Lemon dan desa Fatuneno,kecamatan Miomafo Barat,TTU,Selasa(04/82020), Bunda PAUD kabupaten Timor Tengah Utara(TTU) Kristiana Muki berkesempatan mengunjungi dua PAUD di...

Merasa Nama Baiknya Dicemar, Anus Koi Polisikan Akun FB Bobi-Cs

Atambua,NP-Merasa nama baiknya dicemarkan, Yulianus Tai Bere atau Anus Koi melaporkan akun facebook, Bobi Bukit Sion,Jhon Aliuk dan Yos Mau ke Polres...

Tingkatkan Pelayanan, Mall Pelayanan Publik Atambua Terus Berinovasi

Atambua,NP-Mall Pelayanan Publik pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Belu terus berinovasi dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here