Friday, October 30, 2020

Program Paket Sahabat Bukti Kerendahan Hati dan Ketulusan Pemimpin

Atambua,NP-Sebagai calon petahana, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2020-2024, Wilybrodus Lay dan J.T.Ose Luan  yang dikenal dengan tagline Sahabat terus melakukan penyempurnaan terhadap program yang sudah dijalankan selama empat tahun lebih memimpin Belu.

Program yang ditawarkan di periode kedua ini merupakan hasil refleksi dan evaluasi selama kedua pemimpin ini menakodahi kabupaten Belu yang dikenal dengan Rai Belu atau Tanah Sahabat.

Di periode kedua, paket Sahabat menawarkan program yang berpihak pada masyarakat kecil, terutama mempersiapkan generasi emas anak Belu melalui program pendidikan dan kesehatan. Program yang ditawarkan untuk mempersiapkan generasi muda Belu adalah progam pendidikan dalam hal memberikan dukungan kepada anak-anak sekolah SD hingga SLTP di Kabupaten Belu berupa fasilitas seragam sekolah dan beasiswa bagi siwa berprestasi. Tidak hanya itu, di bidang kesehatan, sebagai bukti komitmen Wily Lay dan Ose Luan dalam mendukung upaya penghapusan angka stunting di Kabupaten Belu, tidak tangung-tanggung, di periode kedua paket Sahabat menawarkan program pengadaan susu gratis bagi seluruh anak-anak usia 1-5 tahun di kabupaten Belu.

Program yang ditawarkan paket Sahabat ini, jelas calon Wakil Bupati J.T.Ose Luan dalam kampanye di desa Raifatus kecamatan Raihat, Sabtu(03/10/2020) merupakan terjemahan dari kerendahan hati dan ketulusan pemimpin dimana sebagai pemimpin Wily Lay dan Ose Luan memahami betul persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat kabupaten Belu.

Ose Luan menjelaskan bahwa wacana pemilihan umum serentak yang akan dilaksanakan pada 2024 juga menjadi salah satu dasar pertimbangan paket Sahabat untuk melanjutkan program yang sudah dikerjakan karena apabila harus memulai baru dengan pemimpin yang baru maka perubahan sulit terjadi karena menurut Ose Luan yang diamini anggota DPRD Marthin Nai Buti, dan Theodorus Feby Djuang, waktu 2,8 bulan merupakan waktu yang singkat dan dan tidak memungkinkan untuk melakukan perubahan-peubahan besar apalagi perubahan dimaksud bertentangan dengan regulasi yang berlaku.

“Kami punya program bukan program-program sombong, bukan program arogansi tapi program yang menyentuh rakyat karena itu apabila tahun depan kami dilantik lagi maka mulai tahun depan pakaian seragam seluruh anak sekolah SD dan SLTP di Belu gratis. Karena waktunya hanya 2.8 bulan sehingga saya putuskan untuk tetap maju dengan Bapak Wily dalam paket Sahabat. Sahabat itu tidak boleh dipisahkan dalam untung dan malang,” ujar Ose Luan disambut tepuk tangan warga sambil meneriakan kata-kata Manu Kesi Nanis yang artinya mereka tetap percaya pada ayam jago yang sudah terbutkti bertarung.

Ose Luan menjelaskan, jika bicara soal Sahabat maka setiap orang harus bersahabat terutama pemimpin harus bersahabat dengan rakyat. Menjadi pemimpin menurut politisi berlatar belakang birokrat ini haruslah  sederhana dan bisa berada dan bergaul dengan masyarakat yang sederhana. Kesederhanaan paket Sahabat tergambar jelas lewat program yang ditawarkan dimana selain pendidikan dan kesehatan, di periode kedua, paket Sahabat juga akan memberikan perhatian serius pada kebudayaan dan adat di kabupaten Belu dimana para pemimpin suku dan tua adat yang memiliki jabatan dalam struktur adat di Belu akan dikukuhkan dan akan diberi insentif dari pemerintah daerah.

“Kami sudah memprogramkan untuk merawat nilai adat istiadat dan budaya, contoh konkretnya Festifal Fulan Fehan yang digelar untuk mempromosikan kain tenun dan Likurai Belu dan hasilnya sudah Nampak dimana dua kekayaan budaya ini sudah tampil di level nasional dan internasional. Karena itu perlu dikembangkan. Untuk Likurai Belu, di zaman Wily Lay-Ose Luan, penari Lukurai dari Belu tampil di pembukaan Asian Games, di Palembang dan 175 penari Likurai tampil di Istana Negara Jakarta pada perayaan HUT RI. Tidak hanya itu, Likurai Belu bahkan sudah go-international dimana enam penari Lukurasi tampil di Jepang dan lima neaga lainnya, namun karena Corona maka para penari hanya sempat tampil di Jepang. Selain itu, di periode kedua para tua adat dan kepala suku juga akan dibuatkan SK dan akan diberi insentif.Ini merupakan bukti dukungan kami terhadap para tua adat yang bersusah payah merawat nilai budaya di Belu,” jelas Ose Luan.

Dalam kesempatan berdialog dengan masyarakat desa Raifatus dan Desa Toheleten, Ose Luan juga mengingatkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang rendah hati dan tidak sombong serta pempimpin yang tidak arogan, karena menurut Ose, pemimpin harus ada dan bersama masyarakat.

“Pempin tidak boleh sombong karena pemimpin tidak layak dan tidak patut untuk sombong. Karena pemimpin dipilih oleh rakyat maka pemimpin tidak boleh sombong. Pempimpin yang ideal tidak menunjukan bahasa-bahsa arogansi karena pemimpin yang demikian bukan pemimpin yang ideal dan tidak diharapkan. Orang Belu tidak membutuhkan pemimpin yang sombong. Orang Belu membutuhkan pemimpin yang sederhana dan harus rendah hati dan paket Sahabat membuktikan itu lewat progam yang ditawarkan,” Ose Luan.(M2/NP)

Latest news

Bawaslu Belu: Tidak Ada Unsur Pelanggaran Pidana pada Kampanye Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Setelah melakukan klarifikasi terhadap sejumoah pihak kajian terhadap laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh pasangan calon bupati Wilybrodus Lay, Badan...
- Advertisement -

Herman Herry: Wily Lay dan Ose Luan Lebih Layak untuk Pimpin Belu

Atambua, NP-Anggota DPR RI yang juga adalah ketua Komisi III DPR RI, Heman Herry mengatakan saat ini Wilubrodus Lay dan Ose Luan...

Ketua DPD Nasdem Belu Akui Tidak Tahu Soal Adanya Program Bantuan

Atambua,NP-Marak di kalangan masyarakat saat ini, ada oknum tertentu yang atas nama partai Nasdem dan pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu...

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...

Related news

Bawaslu Belu: Tidak Ada Unsur Pelanggaran Pidana pada Kampanye Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Setelah melakukan klarifikasi terhadap sejumoah pihak kajian terhadap laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh pasangan calon bupati Wilybrodus Lay, Badan...

Herman Herry: Wily Lay dan Ose Luan Lebih Layak untuk Pimpin Belu

Atambua, NP-Anggota DPR RI yang juga adalah ketua Komisi III DPR RI, Heman Herry mengatakan saat ini Wilubrodus Lay dan Ose Luan...

Ketua DPD Nasdem Belu Akui Tidak Tahu Soal Adanya Program Bantuan

Atambua,NP-Marak di kalangan masyarakat saat ini, ada oknum tertentu yang atas nama partai Nasdem dan pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu...

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here