Friday, October 30, 2020

RDP Ricuh, Masyarakat: Kami Tidak Percaya DPR

Atambua,NP-Tidak saling dengar antar anggota DPRD Belu, sidang dengan agenda Rapat Dengar Pendapat(RDP) komisi gabungan di DPRD Belu,Senin(21/09/2020) yang mempertemukan kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu dengan bupati Belu Wilybrodus Lay, berujung ricuh.Akibatnya,masyarakat yang hadir yang didimimasi ibu-ibu merasa sangat kecewa.

RDP yang dimulai pukul 11.40, wita didahului dengan penyampaian pernyataan dari perwakilan kelompok nelayan paroki Stelamaris Atapupu yang diwakili oleh Frans Saik dan Joze Maya.

Usai kedua perwakilan menyampaikan pernyataan sikap, Ketua DPR Belu, Jeremias Manek Seran Junior yang memimpin RDP memberikan kesempatan untuk Bupati Belu agar memberikan tanggapan.

Usai Bupati memberikan tanggapan, ketua DPR memberikan kesempatan kepada anggota DPR Belu untuk menyampaikan sanggahan dan pertanyaan.

Saat diberi kesempatan berbicara sejumlah anggota DPR Belu nampak antusias dan bersemangat.Sebut saja,Theo Manek,Beny Hale dari Fraksi Golkar dan Beny Manek,Edmundus Nua dan Aprianus Hale dari Fraksi Nasdem nampak mendominasi pembicaraan.

Setelah memberikan tanggapan dan pertanyaan, pimpinan sidang meminta agar forum RDP kembali mendengarkan penjelasan Bupati Belu. Namun saat Bupati berbicara, sejumlah anggota DPR secara bersamaan melakukan interupsi sehingga mengganggu pembicaraan Bupati.Akibatnya Bupati Belu mengacam akan meninggalkan ruang sidang.

Namun, sebelum sempat meninggalkan ruang sidang, nampak bupati berusaha menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan anggota DPR.

Saat Bupati berbicara, pembicaraannya dihujani dengan interupsi. Saat itu, Theodorus Manehitu Djuang dari Fraksi PDIP melakukan interupsi karena menurut Theodorus tidak adil apabila Bupati berbicara lalu terus diinterupsi sementara saat anggota DPR bicara, Bupati diam dan mendengar.Namun karena tidak diberi kesempatan untuk bicara,Theodurus naik pitam dan membamting mikrophon.

Akibat interupsi yang tidak terkontrol, sejumlah anggota DPR yang saat itu berbicara sambil berdiri memegang mikrophon akhirnya mulai teriak-teriak.

Disaksikan media ini, sejumlah anggota DPR mulai membanting mikrophon dan bahkan ada yang membanting kursi di hadapan masyarakat dan pastor Paroki Stelamaris Atapupu,Rm.Yoris Giri,Pr.

Karena tidak saling mendengarkan dan kericuhan mulai tak terkontrol antar sejumlah anggota DPR yang seharusnya memediasi pertemuan kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu dan Bupati, masyarakat yang hadir kecewa dan ikut bersuara bahkan ada yang ikut berteriak.

Salah satu umat Paroki Stelamaris Atapupu yang juga merupakan anggota kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu, Siprianus Bereloe yang mengaku baru sekali mengikuti sidang di DPR Belu mengaku kecewa karena menurut dia, seharusnya DPR sebagai lembaga terhormat berperan untuk memediasi kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu dengan Bupati Belu karena kehadiran mereka seperti yang disampaikan Frans Saik adalah hanya semeta untuk mendengar penjelasan dari Bupati Belu.

Karena mempertontonkan dinamika yang tidak sehat, Siprianus bahkan naik pitam di dalam ruang sidang hingga depan gedung DPR Belu.Ia lalu berdiri dan teriak-teriak sambil menunjuk ke arah tempat dimana para anggota DPR duduk.

“Saya tidak percaya wakil rakyat seperti ini. Kami sebagai rakyat baru ikut sidang satu kali tapi wakil rakyat banting-banting meja kursi di hadapan kami.Kamu duduk di DPR karena kami yang pilih,”tegas Siprianus.

Menurut Siprianus,DPR sebagai lembaga harus berperan untuk memediasi karena DPR bukan lembaga pengadilan.(M2/NP).

Latest news

Bawaslu Belu: Tidak Ada Unsur Pelanggaran Pidana pada Kampanye Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Setelah melakukan klarifikasi terhadap sejumoah pihak kajian terhadap laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh pasangan calon bupati Wilybrodus Lay, Badan...
- Advertisement -

Herman Herry: Wily Lay dan Ose Luan Lebih Layak untuk Pimpin Belu

Atambua, NP-Anggota DPR RI yang juga adalah ketua Komisi III DPR RI, Heman Herry mengatakan saat ini Wilubrodus Lay dan Ose Luan...

Ketua DPD Nasdem Belu Akui Tidak Tahu Soal Adanya Program Bantuan

Atambua,NP-Marak di kalangan masyarakat saat ini, ada oknum tertentu yang atas nama partai Nasdem dan pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu...

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...

Related news

Bawaslu Belu: Tidak Ada Unsur Pelanggaran Pidana pada Kampanye Sahabat di Naitimu

Atambua,NP-Setelah melakukan klarifikasi terhadap sejumoah pihak kajian terhadap laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh pasangan calon bupati Wilybrodus Lay, Badan...

Herman Herry: Wily Lay dan Ose Luan Lebih Layak untuk Pimpin Belu

Atambua, NP-Anggota DPR RI yang juga adalah ketua Komisi III DPR RI, Heman Herry mengatakan saat ini Wilubrodus Lay dan Ose Luan...

Ketua DPD Nasdem Belu Akui Tidak Tahu Soal Adanya Program Bantuan

Atambua,NP-Marak di kalangan masyarakat saat ini, ada oknum tertentu yang atas nama partai Nasdem dan pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu...

Sekelompok Pemuda Hadang dan Rusaki Mobil Tim Sahabat Saat Kampanye di Naitimu

Atambua,NP-Aksi premanisme dan tindakan tidak terpuji yang menodai pesta demokrasi dipertontonkan sekelompok pemuda di desa Naitimu kecamatan Tasifeto Barat, Belu saat calon...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here