Tuesday, March 2, 2021

RDP Ricuh, Masyarakat: Kami Tidak Percaya DPR

Atambua,NP-Tidak saling dengar antar anggota DPRD Belu, sidang dengan agenda Rapat Dengar Pendapat(RDP) komisi gabungan di DPRD Belu,Senin(21/09/2020) yang mempertemukan kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu dengan bupati Belu Wilybrodus Lay, berujung ricuh.Akibatnya,masyarakat yang hadir yang didimimasi ibu-ibu merasa sangat kecewa.

RDP yang dimulai pukul 11.40, wita didahului dengan penyampaian pernyataan dari perwakilan kelompok nelayan paroki Stelamaris Atapupu yang diwakili oleh Frans Saik dan Joze Maya.

Usai kedua perwakilan menyampaikan pernyataan sikap, Ketua DPR Belu, Jeremias Manek Seran Junior yang memimpin RDP memberikan kesempatan untuk Bupati Belu agar memberikan tanggapan.

Usai Bupati memberikan tanggapan, ketua DPR memberikan kesempatan kepada anggota DPR Belu untuk menyampaikan sanggahan dan pertanyaan.

Saat diberi kesempatan berbicara sejumlah anggota DPR Belu nampak antusias dan bersemangat.Sebut saja,Theo Manek,Beny Hale dari Fraksi Golkar dan Beny Manek,Edmundus Nua dan Aprianus Hale dari Fraksi Nasdem nampak mendominasi pembicaraan.

Setelah memberikan tanggapan dan pertanyaan, pimpinan sidang meminta agar forum RDP kembali mendengarkan penjelasan Bupati Belu. Namun saat Bupati berbicara, sejumlah anggota DPR secara bersamaan melakukan interupsi sehingga mengganggu pembicaraan Bupati.Akibatnya Bupati Belu mengacam akan meninggalkan ruang sidang.

Namun, sebelum sempat meninggalkan ruang sidang, nampak bupati berusaha menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan anggota DPR.

Saat Bupati berbicara, pembicaraannya dihujani dengan interupsi. Saat itu, Theodorus Manehitu Djuang dari Fraksi PDIP melakukan interupsi karena menurut Theodorus tidak adil apabila Bupati berbicara lalu terus diinterupsi sementara saat anggota DPR bicara, Bupati diam dan mendengar.Namun karena tidak diberi kesempatan untuk bicara,Theodurus naik pitam dan membamting mikrophon.

Akibat interupsi yang tidak terkontrol, sejumlah anggota DPR yang saat itu berbicara sambil berdiri memegang mikrophon akhirnya mulai teriak-teriak.

Disaksikan media ini, sejumlah anggota DPR mulai membanting mikrophon dan bahkan ada yang membanting kursi di hadapan masyarakat dan pastor Paroki Stelamaris Atapupu,Rm.Yoris Giri,Pr.

Karena tidak saling mendengarkan dan kericuhan mulai tak terkontrol antar sejumlah anggota DPR yang seharusnya memediasi pertemuan kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu dan Bupati, masyarakat yang hadir kecewa dan ikut bersuara bahkan ada yang ikut berteriak.

Salah satu umat Paroki Stelamaris Atapupu yang juga merupakan anggota kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu, Siprianus Bereloe yang mengaku baru sekali mengikuti sidang di DPR Belu mengaku kecewa karena menurut dia, seharusnya DPR sebagai lembaga terhormat berperan untuk memediasi kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu dengan Bupati Belu karena kehadiran mereka seperti yang disampaikan Frans Saik adalah hanya semeta untuk mendengar penjelasan dari Bupati Belu.

Karena mempertontonkan dinamika yang tidak sehat, Siprianus bahkan naik pitam di dalam ruang sidang hingga depan gedung DPR Belu.Ia lalu berdiri dan teriak-teriak sambil menunjuk ke arah tempat dimana para anggota DPR duduk.

“Saya tidak percaya wakil rakyat seperti ini. Kami sebagai rakyat baru ikut sidang satu kali tapi wakil rakyat banting-banting meja kursi di hadapan kami.Kamu duduk di DPR karena kami yang pilih,”tegas Siprianus.

Menurut Siprianus,DPR sebagai lembaga harus berperan untuk memediasi karena DPR bukan lembaga pengadilan.(M2/NP).

Latest news

Breaking News:Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal Dunia

Atambua,NP-Satu lagi pasien Covid-19 meninggal dunia di RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua Sabtu malam(23/1/2020). Juru Bicara Satuan Tugas penanganan Covid-19...

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal

Atambua,NP-Hingga Rabu (13//2021) sudah dua orang pasien dengan gejala Covid-19 meninggal munia di RSUD Atambua.  Pasien 01 meninggal RSUD Mgr. Gabriel...

KPK Minta Kemensos Hapus Jutaan Penerima Bansos yang Tak Miliki NIK

Jakarta,NP-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan memantau penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi warga terdampak corona pada 2021. KPK...

Breaking News:Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Jakarta,NP- Pesawat komersial Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan  SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2020). Manager of Branch Communication PT...

Related news

Breaking News:Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal Dunia

Atambua,NP-Satu lagi pasien Covid-19 meninggal dunia di RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua Sabtu malam(23/1/2020). Juru Bicara Satuan Tugas penanganan Covid-19...

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal

Atambua,NP-Hingga Rabu (13//2021) sudah dua orang pasien dengan gejala Covid-19 meninggal munia di RSUD Atambua.  Pasien 01 meninggal RSUD Mgr. Gabriel...

KPK Minta Kemensos Hapus Jutaan Penerima Bansos yang Tak Miliki NIK

Jakarta,NP-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan memantau penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi warga terdampak corona pada 2021. KPK...

Breaking News:Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Jakarta,NP- Pesawat komersial Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan  SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2020). Manager of Branch Communication PT...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here