Sunday, January 17, 2021

Tenun dan Likurai Go International, Bukti Prestasi Wily Lay-Ose Luan di Bidang Kebudayaan

Atambua,NP-Tenun dan Likurai Belu adalah kekayaan budaya masyarakat kabupaten Belu,propinsi NTT yang harus dijaga,dilestarikan dan terus dipromosikan di berbagai kesempatan dan di berbagai level agar kedua warisan budaya ini tetap ada dan dikenal,tidak hanya oleh generasi muda Belu tapi juga dikenal luas di luar daerah bahkan dikenal hingga tingkat manca negara.

Menyadari betapa pentingnya pelestarian kekayaan budaya Belu, di era kepemimpinan Wilybrodus Lay dan Ose Luan,  di periode 2015-2020, pemerintah kabupaten Belu memberikan perhatian serius terhadap upaya pelestarian kedua kekayaan budaya tersebut.

Guna memperkenalkan Tenun dan Likurai Belu, Wily-Lay Ose Luan melalui Dinas teknis terkait terus melakukan terobosan dengan menyelenggarakan berbagai event di Belu sembari terus terlibat di event-event kebudayaan yang diselenggarakan di luar Belu baik pada tingkat nasional maupun tingkat internasional.

Sejak 2016,melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Belu,Pemkab Belu rutin menyelenggarakan Festival Fulan Fehan di desa Dirun, kecamatan Lamaknen. Tujuan penyelenggaraan Festival Fulan Fehan ini tidak hanya sebatas untuk mempromosikan padang Fulan Fehan sebagai destinasi wisata baru di kabupaten Belu.Namun, penyelenggaraan Festival Fulan Fehan sendiri menjadi panggung untuk mempromosikan Likurai dan tenun Belu yang eksotik. Alhasil, pada 2017, Likurai Belu berhasil menyabet penghargaan dari Museum Rekor Indonesia(Rekor MURI) atas pementasan tarian likurai kolosal pada acara puncak Festival Fulan Fulan Fehan pada Oktober 2017 diamana saat itu 6000 penari Likurai tampil memukai di atas panggung raksasa Fulan Fehan.

Dampak ikutan dari diraihnya rekor ini adalah, setahun kemudian, Likurai mendapat kesempatan untuk tampil pada ajang pembukaan Asian Games di Gelora Bung Karno Jakarat pada Agustus 2018. Dalam event internasional ini, 25 penari Likurai asal Belu dengan bangga menampilkan tarian Likurai kepada ribuan pasang mata yang hadir dalam acara pembukaan Asian Games.

Tidak hanya, itu, pada 2019, Likurai Belu kembali mendapat kesempatan emas untuk tampil di istana Negara di Jakarta. Dalam acara peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia di Istana Negara, 150 penari asal Belu dengan bangga menampilkan tarian Likurai di hadapan presiden Joko Widodo dan sejumlah petinggi Negara serta tamu Negara yang hadir pada acara tersebut. Kesempatan ini merupakan sebuah kesempatan langkah yang diperoleh daerah ini untuk boleh membawakan tarian kebanggaannya di istana Negara.

Para Penari Likurasi asal Belu saat tampil di Istana Negara Jakarta dalam perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia.(Foto:Ist)
Para Penari Likurasi asal Belu saat tampil di Istana Negara Jakarta dalam perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia.(Foto:Ist)

Atas kesempatan tampil di event bergengsi, Bupati Belu Willybrodus Lay pada kesempatan itu mengatakan sangat bangga kepada 150 penari Likurai yang telah menampilkan Likurai di tingkat Nasional.”Saya terharu dan bangga dengan penampilan penari-penari kita yang ditampikan secara live di TV. Mereka adalah duta-duta budaya dari perbatasan Belu,” ibuh Bupati Willybrodus dilansir seperti dilansir dari Kominfo Belu(6/11/2020).

Tidak hanya sebatas tampil di dalam negeri, bunyi gendang Likurai terus merambah hingga tingkat internasional. Setelah tampil di Istana Negara pada 2019, enam orang penari Likurai kemball dipersiapkan untuk tampil di sejumlah Negara di beberapa benua. Keenam penari yang kemudian bergabung dalam kelompok “Ibu-Ibu Belu Bodie of Border” berlatih hampir setahun dan pada Februari 2020 lalu keenam penari ini diundang dan tampil di event interasional di Yokohama, Jepang.

Ditemui di kediamannya, di dusun Manubaun desa Kabuna kecamatan Tasifeto Timur,  Kamis(05/11/2020) Feliciana Soares salah satu dari enam penari yang tampil di Jepang, mengaku sangat bangga dan terharu bisa mewakili masyarakat kabupaten Belu untuk mementaskan Likurai di Jepang pada Februari 2020 lalu.

Felicia begitu sapaannya, mengisahkan berkat dukungan pemerintah daerah dan ketua Dekranasda belu, Ny.Vivian Ng. Lay, ia bersama kelima teman lainnya bisa tampil di Tokyo Performing Art Meeting (TPAM), sebuah event Festival Theater tingkat internasional yang diselenggarakan di Yokohama, Jepang. Sebelum tampil di Jepang kisah Felicia, ia bersama kelima orang penari lainnya diundang tampil di komunitas Salihara, Jakarta.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Belu dalam hal ini Bapak Wily Lay dan Bapak Ose Luan dan juga ibu Vivy yang telah membangun kerja sama dengan ISI Solo dan memberikn kepercayaan kepada kami berenam untuk membawakan Likurai di event internasional. Saya tidak menyangka bisa mewakili ribuan masyarkat Belu dan menampilkan tarian Likurai di Jepang,” kisah Felicia ketika ditemui awak media ini di desa Kabuna, Kamis siang(05/11/2020).

Ia mengakui, sebenarnya sepanjang tahun 2020, Likurai Belu diundang untuk tampil di enam Negara, termasuk Australia dan Jerman namun setelah semua dokumen perjalanan diurus, kelompok “Ibu-Ibu Belu Bodie of Border”  tidak berkesempatan tampil akibat pandemic covid-19. Namun demikian, sesuai informasi yang ia peroleh, apabila situasi dunia sudah kembali normal maka ia bersama kelima teman lainnya akan kembali diundang untuk tampil di beberapa Negara.

Tidak hanya Likurai Belu, di era kepemimpinan Wily Lay-Ose Luan, Tenun Ikat Belu juga mendapat perhatian serius. Terbukti, pada November 2019, tiga orang penenun dari Belu bersama Dewan Kerajinan  Nasional Daerah(Dekranasda) kabupaten Belu diundang ke Belanda untuk menghadiri sebuah workshop “Together with Ikat:Dutch and Indonesia  Artians’ Workshop di aula Nusantara KBRI Den Haag Belanda.

Pagelaran Kain Tenun asal Belu di KBRI Den Haag, Belanda(Foto:Ist)

Dalam event internasional ini, kaun Tenun Ikat Belu dipresentasikan mulai dari cara pembuatan hingga makna-makna yang terkandung dalam motif kain tenun Belu.(M2/NP).

Latest news

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal

Atambua,NP-Hingga Rabu (13//2021) sudah dua orang pasien dengan gejala Covid-19 meninggal munia di RSUD Atambua.  Pasien 01 meninggal RSUD Mgr. Gabriel...

KPK Minta Kemensos Hapus Jutaan Penerima Bansos yang Tak Miliki NIK

Jakarta,NP-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan memantau penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi warga terdampak corona pada 2021. KPK...

Breaking News:Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Jakarta,NP- Pesawat komersial Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan  SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2020). Manager of Branch Communication PT...

Jika Ingin Tampak Awet Muda, Hindari 7 Kebiasaan Berikut

Menjaga penampilan agar senantiasa awet muda tidak hanya dilakukan dengan rajin memakai skin care. Berbagai kebiasaan sehari-hari kita juga turut berpengaruh mempercepat...

Related news

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Belu Meninggal

Atambua,NP-Hingga Rabu (13//2021) sudah dua orang pasien dengan gejala Covid-19 meninggal munia di RSUD Atambua.  Pasien 01 meninggal RSUD Mgr. Gabriel...

KPK Minta Kemensos Hapus Jutaan Penerima Bansos yang Tak Miliki NIK

Jakarta,NP-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan memantau penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi warga terdampak corona pada 2021. KPK...

Breaking News:Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Jakarta,NP- Pesawat komersial Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan  SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2020). Manager of Branch Communication PT...

Jika Ingin Tampak Awet Muda, Hindari 7 Kebiasaan Berikut

Menjaga penampilan agar senantiasa awet muda tidak hanya dilakukan dengan rajin memakai skin care. Berbagai kebiasaan sehari-hari kita juga turut berpengaruh mempercepat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here